Dewa Tarkam Ingatkan Pemain Timnas Indonesia Jangan Main Ikut-ikutan

Beritabolaindonesia.netMantan pemain sepak bola profesional yang dikenal dengan julukan Dewa Tarkam, Seydou Diakite, kembali memberikan peringatan tegas kepada para pemain Timnas Indonesia agar tidak bermain di pertandingan tarkam atau aktivitas berisiko lain di luar kompetisi resmi. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap beberapa pemain profesional yang nekat turun di sepak bola kampung (tarkam), yang dinilai bisa berpotensi mencederai pemain garuda dan mengganggu performa mereka bagi klub maupun Timnas.

Dalam sebuah pernyataan yang viral di kanal YouTube Bicara Bola, Diakite menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa ketika seorang pemain sudah memasuki level profesional termasuk menembus skuad Timnas Indonesia tanggung jawab mereka terhadap klub dan negara jauh lebih besar, sehingga seharusnya menjauhkan diri dari pertandingan tidak resmi seperti tarkam yang berisiko tinggi menyebabkan cedera.

Bahaya Tarkam bagi Pemain Profesional

Diakite memulai pesannya dengan menyatakan bahwa atlet profesional berbeda dengan pemain biasa. Ketika sudah berstatus profesional di klub Liga 1, Liga 2, atau bahkan ketika dipanggil Timnas Indonesia, pemain sudah terikat kontrak dan kewajiban yang harus dijaga demi performa tim.

“Kalau sudah masuk Timnas, kamu sudah membawa bendera bangsa. Kalau timnas percaya kamu, ajak kamu, ngapain turun main ke tarkam?” ujar Diakite secara tegas.

Dewa Tarkam juga menjelaskan risiko terbesar dari bermain di pertandingan seperti ini: cedera serius yang bisa menghancurkan karier pemain. Ketika seorang pemain mengalami cedera di luar jadwal resmi tim, klub yang menggajinya dan Timnas yang mengandalkannya akan terkena dampak negatifnya. Hal ini sangat tidak diinginkan, apalagi saat performa tim nasional sedang dibangun untuk ajang penting seperti kualifikasi Piala Dunia 2026 atau kompetisi regional.

Peringatan tersebut datang di saat Timnas Indonesia tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi jadwal padat, termasuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan berbagai uji coba internasional lainnya, sehingga menjaga kondisi fisik pemain menjadi sangat krusial.

Pesan Kunci: Fokus dan Kesehatan adalah Prioritas

Diakite menyampaikan bahwa ketika seorang pemain telah memasuki tahap profesional, mereka tidak lagi bermain untuk dirinya sendiri. Mereka bekerja bersama organisasi klub atau federasi, dan setiap aksi di luar kontrol tim bisa berisiko tinggi. Oleh karena itu, pesan utamanya adalah fokus pada kewajiban kepada klub dan Timnas serta menjaga kesehatan tubuh dengan disiplin.

Meskipun demikian, Diakite masih memberi ruang terhadap kegiatan sepak bola yang bersifat santai dan tidak kompetitif seperti fun game, selama kegiatan tersebut terkontrol dan tidak mengikat secara kontrak atau memaksa pemain mengeluarkan tenaga yang berlebih. Ia menyebutkan bahwa jenis permainan santai seperti ini boleh diikuti asalkan tidak mengganggu jadwal latihan dan pertandingan resmi.

Reaksi Beragam dari Komunitas Sepak Bola

Pernyataan Diakite ini memicu reaksi positif dari berbagai kalangan sepak bola Indonesia, termasuk beberapa pengamat dan mantan pemain yang menilai bahwa fokus dan profesionalisme adalah kunci dalam karier pesepakbola modern. Mereka sepakat bahwa pemain sepatutnya mengutamakan kesehatan fisik, kewajiban kontrak, dan persiapan timnas ketika memegang status profesional.

Selain itu, tanggapan publik juga mencerminkan pentingnya kebijakan yang tegas terhadap pemain yang terlibat dalam aktivitas berisiko di luar jadwal resmi. Netizen dan suporter sepak bola Indonesia banyak yang setuju bahwa sepak bola profesional tidak boleh terbentur hasrat turun di acara tidak resmi jika itu bisa mengorbankan karier seorang atlet.

Tanggung Jawab Profesional di Level Timnas

Pesan Dewa Tarkam ini menjadi penting mengingat banyak pemain Timnas Indonesia kini bermain di level internasional dan menghadapi tantangan fisik berat di kompetisi besar. Dengan jadwal padat yang harus dilewati, fokus pada latihan, pemulihan, dan kesehatan menjadi modal utama untuk meraih hasil positif.

Ketika mereka dipanggil membela Garuda, arti besar itu bukan hanya soal kebanggaan, tetapi juga sebuah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab termasuk disiplin menjaga tubuh dari cedera dan meminimalkan risiko yang tidak perlu, seperti bermain di pertandingan yang tidak resmi.

Peringatan dari Dewa Tarkam ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemain Timnas Indonesia: jangan ikut‑ikutan turun dalam pertandingan berisiko tinggi seperti tarkam. Fokus pada pertahanan kesehatan tubuh, komitmen terhadap klub, dan kewajiban sebagai pemain nasional adalah jawaban terbaik di saat performa sedang puncak. Dalam sepak bola profesional, disiplin, profesionalisme, dan fokus akan menjadi penentu keberhasilan serta masa depan gemilang para pemain Indonesia.