Status Piala Dunia 2026 usai Donald Trump Hentikan Visa 75 Negara

Beritabolaindonesia.netMenjelang Piala Dunia FIFA 2026, federasi sepak bola dunia FIFA mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi status turnamen setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan sementara pemrosesan visa imigran bagi warga dari 75 negara. Pernyataan ini bertujuan meredakan kekhawatiran para penggemar dan asosiasi sepak bola nasional terkait kesiapan dan akses untuk menuju ajang sepak bola terbesar di dunia.

Kebijakan visa tersebut diumumkan pemerintah AS pada pertengahan Januari 2026. Langkah ini menghentikan sementara pemrosesan visa imigran bagi warga dari 75 negara, termasuk beberapa negara peserta Piala Dunia seperti Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Maroko, Tunisia dan Uruguay. Meski demikian, kebijakan ini hanya berlaku untuk visa imigran, sedangkan visa perjalanan seperti turis atau kunjungan singkat yang diperlukan untuk hadir di Piala Dunia tetap diproses seperti biasa.

Klarifikasi FIFA: Piala Dunia Tetap Berjalan

Menanggapi ramainya pemberitaan dan kekhawatiran publik internasional, FIFA mengeluarkan klarifikasi bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Dalam pernyataan resminya, FIFA menekankan bahwa meskipun beberapa negara termasuk dalam daftar 75 negara yang terdampak kebijakan hukum imigrasi AS, hal itu tidak mempengaruhi status kompetisi, jadwal, atau hak tim nasional untuk berpartisipasi di ajang tersebut.

FIFA juga menegaskan bahwa pemilik tiket Piala Dunia dari negara‑negara terdampak masih bisa melakukan perjalanan ke Amerika Serikat selama mereka memiliki visa turis atau visa kunjungan yang sesuai, yang tidak termasuk dalam kebijakan penangguhan pemrosesan visa imigran tersebut. Hal ini berarti pemain, staf timnas, dan penggemar dari seluruh 211 anggota FIFA tetap dapat hadir menyaksikan pertandingan di AS, Meksiko, dan Kanada sesuai jadwal yang ditetapkan.

Menurut pernyataan FIFA, mereka mencatat permintaan tiket Piala Dunia 2026 melonjak tinggi, dengan jutaan permintaan masuk selama fase awal penjualan tiket. Namun FIFA mengingatkan bahwa memiliki tiket pertandingan tidak otomatis menjamin izin masuk ke negara tuan rumah, dan penonton disarankan untuk mengecek persyaratan visa di situs resmi pemerintah masing‑masing sebelum melakukan perjalanan.

Reaksi Negara dan Organisasi Terhadap Kebijakan Visa

Kebijakan penangguhan visa imigran telah memicu protes dan tuntutan klarifikasi dari beberapa negara termasuk Pakistan dan Thailand, yang secara resmi meminta penjelasan kepada pemerintah AS tentang dampaknya terhadap warga mereka. Kritikan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa kebijakan visa baru AS dapat berdampak pada kebebasan bergerak dan potensi kehadiran pendukung sepak bola internasional di turnamen mendatang.

Penting dicatat bahwa kebijakan tersebut secara eksplisit tidak menyasar visa non‑imigran yang diperlukan bagi pengunjung sementara, termasuk untuk tujuan olahraga dan pariwisata. Para pejabat AS menyatakan bahwa langkah itu bertujuan untuk meninjau ulang prosedur screening imigran, bukan |menghambat kehadiran tamu acara olahraga besar seperti Piala Dunia.

Penjadwalan dan Persiapan Turnamen

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan diselenggarakan secara bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim, menyuguhkan 104 pertandingan di 16 stadion di tiga negara tuan rumah.

Menyikapi situasi ini, FIFA menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan aksesibilitas dan kesempatan yang adil bagi semua tim dan suporter untuk hadir di turnamen. Organisasi ini bekerja sama dengan otoritas imigrasi negara tuan rumah untuk memastikan proses visa dan perjalanan bagi pemegang tiket maupun kontingen tim berjalan lancar.

Klarifikasi yang dikeluarkan FIFA menenangkan kekhawatiran global mengenai dampak kebijakan visa AS terhadap Piala Dunia 2026, menjelaskan bahwa meskipun pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75 negara ditangguhkan, keikutsertaan tim nasional dan kemampuan penggemar menghadiri pertandingan tidak terpengaruh. FIFA tetap menegaskan persiapan dan pelaksanaan turnamen berjalan sesuai rencana, dan suporter dari seluruh dunia diharapkan dapat menikmati kompetisi sepak bola terbesar di dunia.