Beritabolaindonesia.net – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, secara tegas meminta publik dan media untuk tidak lagi menyematkan julukan pencetak sejarah pada dirinya meskipun ia berhasil mengantar skuad Garuda mencatatkan prestasi penting di kancah Asia. Menurut Souto, prestasi besar tersebut adalah hasil kerja kolektif seluruh pemain dan staf bukan pencapaian tunggal satu individu.
Timnas Futsal Indonesia baru saja mencatatkan sejarah baru di Piala Asia Futsal 2026, setelah untuk pertama kalinya tim ini berhasil menembus final kompetisi bergengsi tersebut. Keberhasilan ini diraih menyusul kemenangan dramatis 5-3 atas Jepang pada laga semifinal di Indonesia Arena, Jakarta, yang menjadikan tim Merah Putih tampil di partai puncak untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen.
Kerja Kolektif, Bukan Individu
Meski prestasinya bersama Timnas Futsal Indonesia akhir‑akhir ini menarik sorotan besar termasuk sebelumnya meraih gelar juara Piala AFF 2024 dan medali emas futsal di SEA Games 2025 Hector Souto menolak segala pujian berlebihan yang ditujukan khusus kepada dirinya. Ia merasa gelar pencetak sejarah lebih tepat diberikan kepada tim sebagai sebuah unit.
“Saya tidak menciptakan sejarah. Saya bukan pembuat sejarah. Tim saya-lah yang menciptakan sejarah. Ini bukan soal satu orang, tetapi semua pihak,” tegas Souto dalam sesi jumpa pers usai laga semifinal Piala Asia Futsal 2026 di Jakarta.
Souto kemudian menyebutkan sejumlah pemain yang menjadi bagian penting Timnas Futsal Indonesia dari mereka yang turun di lapangan hingga yang berperan di luar skuad utama sebagai kontributor atas keberhasilan besar tersebut. Ia menolak pandangan bahwa pencapaian itu semata karena peran satu figur saja.
“Saya mulai agak lelah dengan istilah ‘pembuat sejarah’ yang selalu dikaitkan dengan Hector Souto. Ini kerja semua orang. Bukan hanya pemain yang ada di sini,” ujar Souto.
Prestasi Besar di Piala Asia Futsal
Kemenangan atas Jepang di semifinal menandai salah satu momen paling gemilang dalam sejarah futsal Indonesia. Sebelumnya, Timnas Futsal Indonesia belum pernah melaju sejauh ini di ajang Piala Asia, yang semakin menunjukkan perkembangan pesat prestasi futsal Tanah Air di tingkat internasional.
Pelatih asal Spanyol itu pun mengakui bahwa keberhasilan tim lolos ke final tidak mudah diraih. Laga semifinal yang berlangsung sengit memperlihatkan komitmen mental dan strategi yang matang dari seluruh pemain Indonesia. Di momen‑momen krusial, tim mampu bangkit dan menghasilkan gol‑gol penting untuk memastikan posisi final.
Meski demikian, ketika media berupaya menempatkannya sebagai sosok sentral dalam sejarah tim, Souto justru meminta semua pihak untuk lebih realistis dan fokus memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim termasuk para pemain yang absen karena cedera ataupun alasan lainnya, tetapi tetap memberikan dukungan moral bagi tim.
Fokus pada Tim & Masa Depan Futsal Indonesia
Souto juga menyoroti pentingnya perkembangan futsal secara luas di Indonesia, tidak hanya pada level elit tapi juga di akar rumput. Ia berharap keberhasilan tim nasional di Piala Asia Futsal bisa mendorong minat dan partisipasi lebih banyak generasi muda dalam olahraga futsal, serta memperkuat fondasi masa depan olahraga ini di tanah air.
“Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda dan komunitas futsal di seluruh Indonesia. Keberhasilan kami adalah milik semua pihak yang telah bekerja keras selama ini,” tambahnya.
Selain itu, Souto juga menekankan peran penting federasi, staf pelatih, ofisial tim, dan semua pihak yang terlibat dalam perjalanan panjang menuju pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan besar ini adalah bukti bahwa kerja sama, komitmen, dan dukungan kolektif bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Menatap Final & Tantangan Selanjutnya
Timnas Futsal Indonesia kini bersiap menghadapi lawan berat di final Piala Asia Futsal 2026, yaitu Timnas Futsal Iran salah satu tim terkuat di Asia dan juara bertahan di banyak kompetisi kawasan. Pertandingan puncak ini dipandang sebagai ujian terbesar bagi Garuda, sekaligus peluang untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi.
Souto mengajak seluruh suporter Indonesia untuk tetap memberikan dukungan kuat, namun juga mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan adalah bagian dari pertarungan olahraga. Baginya, perjuangan tim sebagai satu kesatuan jauh lebih penting daripada pujian individual.
