Beritabolaindonesia.net – Proses penentuan pelatih kepala baru Timnas Indonesia memasuki fase akhir setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Komite Eksekutif (Exco) secara intens berdiskusi untuk menetapkan figur yang dinilai paling tepat untuk membawa Garuda ke era selanjutnya. Penjelasan ini disampaikan langsung oleh Arya Sinulingga, anggota Exco PSSI yang terlibat langsung dalam mekanisme pemilihan pelatih.
Menurut Arya, pemilihan pelatih baru bukanlah keputusan yang instan. Dia menuturkan bahwa seluruh anggota Exco telah menjalani beberapa pertemuan, membahas secara rinci potensi calon, serta mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan strategis. Rapat tersebut berlangsung dua kali, di mana setiap anggota diberi kesempatan menyampaikan pendapat dan evaluasi mereka terhadap kandidat yang ada.
“Diskusinya sangat positif. Semua anggota menyampaikan pendapat,” ujar Arya.
Awalnya, PSSI menangani daftar panjang kandidat pelatih. Beberapa nama sempat mencuat di media sebagai calon kuat yang potensial menangani Timnas Indonesia. Namun setelah melalui serangkaian wawancara dan evaluasi, jumlah kandidat akhirnya dipersempit secara bertahap. Dari beberapa nama awal, proses penyaringan mengerucut menjadi dua kandidat utama, yang kemudian diputuskan menjadi satu nama terpilih berdasarkan hasil diskusi Exco dan penilaian komprehensif.
Proses ini menurut Arya tidak hanya soal kemampuan teknis si calon pelatih saja, tetapi mencakup juga seberapa cocok strategi dan filosofi mereka dengan visi pengembangan sepak bola nasional Indonesia, termasuk sinergi dengan struktur pelatih U‑13 hingga senior.
“Pertimbangan dilakukan berdasarkan laporan yang diterima dari dua perwakilan Exco yang diterbangkan ke Eropa untuk mewawancarai kandidat,” tambah Arya.
Hal yang menonjol dari pernyataan Arya adalah tingkat kesolidan anggota Exco PSSI. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota bersikap kompak dalam mengambil keputusan akhir.
“Exco sudah satu suara. Bisa dikatakan tidak ada yang berbeda,” jelas Arya, mempertegas bahwa keputusan penunjukan pelatih dilakukan secara bersama tanpa konflik internal yang signifikan.
Kesolidan ini menjadi penting, mengingat dinamika dan tekanan publik yang cukup tinggi setelah tim nasional gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Ekspektasi tinggi masyarakat sepak bola Indonesia membuat manuver PSSI selalu menjadi sorotan. Namun menurut Arya, Exco menjalankan tugasnya secara profesional dan mendetail, serta memperhatikan berbagai masukan dari pihak internal maupun eksternal.
Setelah Exco mencapai kesepakatan internal, tahapan selanjutnya adalah pertemuan resmi antara perwakilan PSSI dengan kandidat pelatih terpilih untuk membahas detail kontrak, visi teknis, target kompetisi, serta hubungan kerja ke depan. Untuk fase ini, PSSI akan mengutus Ketua Umum Erick Thohir bersama Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji untuk melakukan negosiasi secara langsung dengan sang pelatih, termasuk finalisasi aspek kontrak kerja.
Rencana kontrak yang disiapkan dikabarkan berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun, meskipun belum diumumkan secara resmi oleh PSSI. Kebijakan ini dinilai memberikan keseimbangan antara stabilitas jangka menengah dan fleksibilitas dalam mengevaluasi performa tim.
Proses ini mendapatkan berbagai respons dari suporter dan pengamat sepak bola Indonesia. Banyak yang menilai bahwa pendekatan transparan dan komprehensif oleh Exco PSSI adalah langkah positif untuk mengembalikan kepercayaan terhadap organisasi. Namun tidak sedikit pula yang berharap agar keputusan tersebut dibarengi dengan visi jangka panjang dalam pembinaan talenta muda, serta strategi yang jelas untuk mendongkrak prestasi Indonesia di kancah internasional. Evaluasi terhadap prestasi Timnas U-23 dan U-20 pun menjadi bagian penting dari gambaran besar sepak bola nasional ke depan.
Dengan finalisasi calon pelatih yang tinggal selangkah lagi diumumkan secara resmi, publik sepak bola Indonesia kini menantikan pengumuman resmi dari PSSI yang diperkirakan akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Ekspektasi besar tentu menyertai keputusan yang bakal menentukan arah baru Timnas Indonesia di kancah internasional, mulai dari Piala AFF, Kualifikasi Piala Asia, hingga target besar di ajang FIFA World Cup pada masa mendatang.
