Beritabolaindonesia.net – Keputusan mengejutkan datang dari pelatih sepak bola asal Inggris, John Herdman. Sosok yang dikenal berkat kesuksesannya membawa Kanada tampil impresif hingga menembus Piala Dunia, kini memilih jalur berbeda dalam kariernya. Herdman disebut mengabaikan peluang terlibat di Piala Dunia 2026 demi fokus membangun Timnas Indonesia. Langkah ini langsung menyedot perhatian media internasional, termasuk dari Brasil, yang memberikan sorotan sekaligus doa kesuksesan bagi misi besarnya di Asia.
John Herdman selama ini dikenal sebagai pelatih dengan filosofi kuat tentang pembangunan jangka panjang. Namanya mencuat ketika ia sukses mengangkat prestasi Kanada, bukan hanya lolos ke Piala Dunia, tetapi juga menanamkan identitas permainan yang solid, disiplin, dan berorientasi tim. Dengan rekam jejak tersebut, banyak pihak menilai Herdman memiliki peluang besar untuk tetap berada di panggung tertinggi sepak bola dunia, termasuk di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara.
Namun, alih-alih mengejar sorotan global, Herdman memilih tantangan baru bersama Timnas Indonesia. Keputusan ini dinilai sebagai langkah berani, mengingat sepak bola Asia memiliki karakter dan tantangan berbeda. Timnas Indonesia sendiri tengah berada dalam fase transisi, dengan target besar meningkatkan daya saing di level regional maupun kontinental.
Media Brasil menjadi salah satu yang menyoroti keputusan tersebut. Dalam pemberitaannya, media Brasil menyebut langkah Herdman sebagai pilihan idealis yang jarang diambil pelatih papan atas. Mereka menilai Herdman tidak sekadar mengejar prestise turnamen besar, melainkan tertarik pada proyek pembangunan sepak bola yang menuntut kesabaran dan visi jangka panjang. Media Brasil pun menyampaikan harapan agar Herdman mampu menaklukkan kerasnya persaingan Asia dan membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Keputusan Herdman juga dianggap sejalan dengan filosofi kepelatihan modern, di mana pelatih tidak hanya berperan sebagai peramu strategi pertandingan, tetapi juga arsitek budaya tim. Herdman dikenal menekankan aspek mentalitas, kebersamaan, dan kepercayaan diri pemain. Nilai-nilai ini dinilai sangat relevan bagi Timnas Indonesia yang memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan konsistensi dan struktur yang kuat.
Di sisi lain, langkah ini tentu mengundang ekspektasi tinggi dari publik sepak bola Indonesia. Banyak pihak berharap Herdman mampu mentransformasi Timnas Indonesia, baik dari segi permainan, disiplin taktik, hingga mental bertanding. Dengan basis pemain muda yang terus berkembang, proyek jangka panjang dinilai menjadi kunci utama kesuksesan di masa depan.
Pengamat sepak bola menilai keputusan Herdman meninggalkan peluang Piala Dunia 2026 bukanlah bentuk penolakan terhadap kompetisi elite, melainkan bukti keyakinannya terhadap proyek Timnas Indonesia. Asia dianggap sebagai panggung yang menantang, dengan persaingan ketat dari negara-negara kuat seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Arab Saudi. Namun, justru tantangan inilah yang diyakini menarik bagi Herdman.
Dukungan internasional, termasuk dari media Brasil, menunjukkan bahwa keputusan Herdman tidak dipandang sebelah mata. Banyak yang menilai keberhasilannya di Indonesia dapat menjadi contoh bahwa membangun tim nasional bukan hanya soal hasil instan, tetapi juga warisan jangka panjang.
Kini, publik menantikan bagaimana John Herdman menerjemahkan filosofinya ke dalam permainan Timnas Indonesia. Apakah keberanian mengabaikan Piala Dunia 2026 akan terbayar dengan prestasi gemilang di Asia? Waktu akan menjawab, namun satu hal pasti, langkah Herdman telah membuka babak baru yang penuh harapan bagi sepak bola Indonesia.
