Beritabolaindonesia.net – Kabar hangat datang dari dunia sepak bola Indonesia setelah media Belanda menyoroti perubahan signifikan dalam Tim Nasional Indonesia pasca era pelatih Patrick Kluivert. Menurut artikel terbaru yang dilansir media Belanda, termasuk Voetbal Primeur, Tim Garuda kini dipandang telah menemukan pengganti Kluivert yang membuat tim tampil lebih solid dan menunjukkan potensi besar di kancah sepak bola regional dan internasional.
Media Belanda mengangkat isu ini seiring pengumuman resmi PSSI yang menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Herdman, pelatih asal Inggris yang sebelumnya menangani tim nasional Kanada dan Selandia Baru, dikontrak dengan durasi 2+2 tahun dan langsung mendapat sorotan positif dari media sepak bola di Eropa.
Patrick Kluivert, legenda sepak bola Belanda yang sempat memegang kursi pelatih Timnas Indonesia sejak awal 2025, resmi berpisah dengan PSSI melalui kesepakatan bersama setelah gagal membawa tim lolos ke Piala Dunia 2026 dan perjalanan panjang di kualifikasi Asia. Keputusan ini diambil pada Oktober 2025 dan menandai era baru bagi skuad Garuda.
Kepergian Kluivert bukan tanpa kontroversi. Selama masa jabatannya, media Belanda beberapa kali mengkritik keberhasilannya, mulai dari strategi hingga hasil pertandingan. Kritik tajam termasuk komentar jurnalis dari Belanda yang menyebut kegagalan tim dalam kualifikasi sebagai hasil dari pendekatan yang kurang efektif oleh pelatih dan stafnya.
Namun kini sorotan berubah setelah Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih baru yang menurut media Belanda menjadi jawaban bagi Timnas Indonesia dalam menentukan arah baru dan membentuk kekuatan tim yang lebih stabil serta kompetitif.
Media Belanda mengulas bahwa perombakan kepelatihan ini memberi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Timnas Indonesia, yang sebelumnya mengandalkan banyak pemain diaspora keturunan Belanda, kini dinilai memiliki struktur yang lebih baik dengan pendekatan taktik dan pembinaan yang matang. Beberapa poin media mencatat:
- Penguatan struktur pelatihan dengan pendekatan taktik yang lebih modern dan pengalaman internasional Herdman.
- Kesempatan regenerasi pemain lokal dan diaspora melalui skema pembinaan yang lebih jelas.
- Potensi meningkatnya performa di turnamen besar Asia dengan rencana persiapan jangka panjang.
Tidak hanya itu, media Belanda juga menyebut pergeseran ini sebagai momentum penting untuk Timnas Indonesia memperbaiki catatan sejarahnya dan tampil lebih kompetitif, khususnya di kompetisi seperti Piala Asia maupun kualifikasi selanjutnya. Wawasan positif ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya kritik yang cukup kuat terhadap kehadiran Kluivert di kursi pelatih.
PSSI sendiri telah melakukan evaluasi menyeluruh pasca kegagalan mencapai target lolos ke Piala Dunia 2026. Meski belum mengumumkan semua detail rencana strategi jangka panjang, federasi sepak bola Indonesia memastikan bahwa keputusan untuk merekrut Herdman merupakan langkah berani untuk membawa tim ke level yang lebih tinggi.
Sementara itu, di kalangan pemain dan pengamat lokal, muncul optimisme baru bahwa era setelah Kluivert bisa menjadi awal yang lebih stabil dan produktif untuk Indonesia. Para pemain diaspora yang sebelumnya dipanggil serta pemain lokal kini diharapkan bersatu di bawah strategi baru yang lebih matang dan fokus pada hasil jangka panjang.
Meski sorotan media Belanda bersifat optimis, tantangan besar tetap menanti Timnas Indonesia. Herdman belum memulai tugasnya secara penuh, dan bagaimana ia menghimpun tim dalam agenda internasional pertama akan menjadi penentu arah prestasi Garuda di masa depan. Ada harapan kuat bahwa kombinasi pengalaman internasional Herdman dengan talenta pemain Indonesia bisa menghasilkan performa maksimal, terutama di kompetisi regional seperti AFF Championship dan Piala Asia.
Kesimpulannya, sorotan media Belanda atas pembaruan di Timnas Indonesia menunjukkan bahwa perubahan arah dalam kepelatihan bisa menghadirkan harapan baru. Dengan Herdman sebagai pelatih, tim dinilai mulai memasuki fase kekuatan baru yang potensial baik dari segi taktik, stabilitas, maupun performa di kancah internasional.
